SIKAP HIDUP DALAM MENGHADAPI COBAAN
Setiap
manusia tentunya memiliki cobaan yang berbeda-beda. Ada yang besar dan ada yang
kecil. Besar dan kecilnya suatu cobaan ditentukan oleh kesanggupan kita yang
menjalaninya. Cobaan itu diperlukan supaya diri kita selalu ingat akan
bersyukur. Bersyukur disini diartikan sebagai sikap merasa cukup, tabah dan
senang ketika mendapatkan rezeki maupun cobaan.
Ketika cobaan itu datang, mungkin kita
akan merasa terbebani. Namun sikap yang semestinya kita ambil yaitu tabah menjalani
cobaan itu. Contohnya seperti ketika dulu saya terkena penyakit cacar. Saya
terkena penyakit cacar saat sedang liburan perkuliahan. Rasanya cukup membuat
frustasi karena disaat teman-teman sedang berlibur bersama justru saya malah
terbaring lemas di rumah dikarenakan sakit. Namun saat itu saya mencoba tabah
dan tetap menjalani istirahat yang cukup supaya penyakit itu segera sembuh.
Ada yang bilang cobaan itu datang tidak
akan melebihi batas kemampuan atau batas kesanggupan seseorang. Namun menurut
saya itu hanya tentang bagaimana cara kita memandang cobaan itu sendiri. Jika
kita memandang cobaan itu bisa untuk kita lewati maka semua cobaan akan bisa
dilewati. Tetapi kalau kita menganggap cobaan itu sulit untuk dilewati maka
untuk melewati cobaan itu akan semakin sulit.
Cobaan itu banyak contohnya, beberapa
diantaranya seperti wafatnya seseorang yang berarti bagi kita, kehilangan
barang, sakit, dan hal sebagainya. Biasanya ketika orang menghadapi cobaan
selalu diawali dengan sikap marah atau kesal. Sikap kesalnya beragam, bisa
kesal di hati, lisan ataupun perbuatan. Contoh pada hati yaitu hatinya merasa
kesal, marah, kecewa kepada siapa yang memberi cobaannya. Dan pada lisannya
mungkin diikuti dengan kalimat-kalimat mencela dan memaki. Ada juga yang
diikuti dengan perbuatan seperti membanting barang, memukul benda, merobek
pakaian dan sebagainya. Hal ini menunjukan sikap sabar yang dimiliki orang
tersebut cukup rendah. Karena jika orang itu memiliki sikap sabar yang kuat
maka dia akan menerima cobaan itu dengan tabah dan tidak kesal.
Saya sendiri ketika mendapatkan cobaan
kadang selalu diawali dengan rasa kesal namun rasa kesal itu selalu hilang
dengan cepat. Rasa kesal itu hilang karena saya berpikir untuk sabar dalam
menghadapi cobaan atau masalah itu. Contoh sederhananya ketika kita ingin
memenangkan sebuah pertandingan beregu namun di dalam regu kita terdapat
seseorang yang tidak cukup baik dalam pertandingan itu sehingga membuat tim
kalah. Sebagai seseorang yang sabar maka cobaan itu akan mudah dilewati dengan
tenang. Berbeda dengan orang yang tidak sabar maka orang itu akan menkambing
hitamkan orang yang membuat timnya kalah tadi. Rasa kesal seperti itu adalah
rasa kesal yang meliputi hati dan lisan. Bisa saja jika dia kelewat kesal maka
akan ada perbuatan buruk seperti memukul orang yang membuat kekalahan itu.
Untuk menghindari hal-hal seperti itu, diperlukan sikap sabar dalam menghadapi
cobaan hidup.

Komentar
Posting Komentar