Dinamika Penduduk
DINAMIKA PENDUDUK
A.PENGERTIAN DINAMIKA PENDUDUK
Dinamika penduduk adalah
perubahan keadaan penduduk. Perubahan perubahan tersebut dipengaruhi oleh
beberapa hal. Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah
penduduk suatu Negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut dapat
diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk. Pertumbuhan penduduk
merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social ekonomi dan
masalah penduduk. Jumlah penduduk akan berpengaruh terhadap kondisi social
ekonomi suatu daerah.
B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DINAMIKA PENDUDUK
Jumlah penduduk dapat mengalami
perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Berikut adalah
faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan atau perubahan penduduk disuatu wilayah
dari waktu ke waktu :
1. Kelahiran
(fertilitas)
|
|
|
Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberap saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.
Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :
- Kawin usia muda
- Pandangan “banyak anak banyak rezeki”
- Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
- Anak merupakan penentu status social
- Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki
Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) antara lain :
- Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
- Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
- Semakin banyak wanita karir
Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) :
- Angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk
- Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
- Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk
2. Kematian
(mortalitas)
Ada beberapa tingkat kematian, yaitu tingkat kematian kasar(crude death rate) dan tingkat kematian khusus(age specific death rate).
Tingkat
kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada
suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
Tingkat
kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa factor,
antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan.
Penunjang
Kematian (Pro Mortalitas) antara lain :
- Rendahnya
kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
- Keadaan
gizi penduduk yang rendah
- Terjadinya
bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir
-
Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
Penghambat
Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :
-Meningkatnya
kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
-Fasilitas
kesehatan yang memadai
-Meningkatnya
keadaan gizi penduduk
-Memperbanyak
tenaga medis seperti dokter, dan bidan
Penggolongan
angka kelahiran kasar :
- angka
kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk
- angka
kematian sedang, apabila antara 10 – 20 per 1000 penduduk
- angka
kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk
3. Migrasi
Migrasi merupakan akibat dari keadaan
lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dari keadaan alam
yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung
penduduk di daerah tersebut.
Yang perlu
diperhatikan seorang migran dalam menentukan keputusan untuk pindah ke daerah
lain yaitu faktor persediaan sumber daya alam, faktor lingkungan social budaya,
faktor potensi ekonomi. Dengan mengetahui factor-faktor dimuka, setidaknya
terhindar dari akibat negative.
Untuk
mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat dilihat dari
bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan
diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anank-anak, dewasa, dan orang
tua pada wilayah yang bersangkutan.
Keadaan
struktur penduduk yang berbeda-beda akan menunjukkan bentuk pyramida yang
berbeda pula. Struktur penduduk ada tiga jenis, yaitu piramida penduduk muda,
piramida stasioner, dan piramida penduduk tua.
Migrasi
merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan
penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat
nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional,
dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap).Mobilitas penduduk permanen
disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke
tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan
untuk menetap.
Jenis-jenis
Migrasi:
Migrasi
Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya.
1) Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari
suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan
imigrasi disebut imigran
2) Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk
dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut
emigrant
3) Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya
Migrasi
Nasional atau Internal, yaitu perpindahan penduduk di dalam satu Negara.
1) Urbanisasi, yaitu perpindahan dari
desa ke kota dengan tujuan menetap.
2) Transmigrasi, yaitu perpindahan
penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di
dalam wilayah republik Indonesia. Transmigrasi pertama kali dilakukan di
Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama
kolonisasi.
1. Transmigrasi Khusus, yaitu transmigrasi
yang dilaksanakan degan tujuan tertentu, seperti penduduk yang terkena bencana
alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek
2. Transmigrasi Spontan (swakarsa), yaitu
transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri
3. Transmigrasi Lokal, yaitu
transmigrasi dari suatu daerah ke daerah yang lain dalam propinsi atau pulau
yang sama
4. Transmigrasi Umum, yaitu transmigrasi
yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah
5. Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk
dari kota ke desa dengan tujuan menetap. Ruralisasi merupakan kebalikan dari
urbanisasi. Selain jenis migrasi yang disebutkan di atas, terdapat jenis
migrasi yang disebut evakuasi. Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang yang
terjadi karena adanya ancaman akibat bahaya perang, bencana alam dan
sebagainya. Evakuasi dapat bersifat nasional maupun internasional
Sumber/Referensi
:



thanks gan infonya.. Mantappzzz..(y)
BalasHapussama sama gan :)
Hapussangat bermanfaat gan :)
BalasHapusiya sama sama gan :)
Hapus